Ulasan Overwatch 2: Angka Dua Buat Apa!

Overwatch 2

Revolusioner bukan kata yang terlalu berlebih untuk menerangkan apa yang sukses diraih Blizzard dengan Overwatch pada tahun 2016 tempo hari. Ide hero shooter dengan kemampuan memanglah bukan hal baru, ingat games seperti Tim Fortress 2 dari Valve telah tawarkannya lama. Tetapi tingkat polish, variasi watak, susunan visi bersaing, design tingkat, dan sudah pasti presentasi watak yang menganakemaskan mata terus membuat dipuji-puji, bahkan juga sekian tahun sesudahnya bersama dengan up-date yang tetap mengucur. Maka dari itu, cukup banyak gamer yang tertarik dan ingin tahu saat Blizzard pada akhirnya pastikan jika si seri ke-2  – Overwatch 2 tengah diperkembangkan.

Baca Juga : Game Terbaru Dan Terupdate 2023 Di Okeplay777

Di saat itu, tekadnya terhitung unik. Jika berlainan dengan games umumnya, Overwatch 2 tetap jamin komune Overwatch pertama masih tetap hidup melalui mekanisme multiplayer yang hendak dileburkan. Overwatch 2 sendiri akan berdiri di atas content terbatas yang terpusat pada usaha eksploitasi lore yang sudah pasti memikat ingat beberapa puluh watak menarik dengan background penuh narasi fantasi yang dapat mereka membawa. Janji jika feature PvE tersebutjuga akan disuntikkan dengan proses baru untuk watak, terhitung kemampuan berlainan dan langkah kerja yang unik. Tetapi sama seperti yang dapat diprediksikan, semua berbuntut berbeda saat dia pada akhirnya ada di pasar.

Lalu, apa yang sebetulnya ditawari oleh Overwatch 2 ini? Kenapa kami mengatakan sebagai seri yang sia-siakan angka dua yang dia pasarkan? Ulasan ini akan mengulasnya lebih dalam untuk Anda!

Datang Tanpa Feature Khusus

Overwatch 2

Saat pertama kalinya project Overwatch 2 dikenalkan ke khalayak sekian tahun lalu, saat pentolan Blizzard yang bertanggungjawab buatnya belum keluar, Overwatch 2 tiba dengan ide yang memikat dan kece ketika yang serupa. Tekad di saat itu ialah mendatangkan seri baru yang hendak berisi model multiplayer yang sanggup menyatu bersama dengan Overwatch 1, tapi tawarkan content terbatas yang hendak diprediksikan dalam model PvE. Jika konsentrasi di seri ke-2  ini ialah model kooperatif yang dibuat terpisah dan serius, sambil tawarkan proses baru untuk mekanisme hero yang telah sukses dia angkat di seri pertama. Tetapi kenyataannya, Overwatch 2 malah tidak dikeluarkan dengan identitas ini.

Salah satunya argumen kenapa kami pilih judul di atas, di mana angka “2” yang menempel pada nama Overwatch 2 berasa percuma karena keputusan Blizzard yang cukup absurd untuk melaunching Overwatch 2 dengan cara resmi tanpa content yang semestinya mendeskripsikan tempatnya sebagai sekuel dan seri berlainan ini. Mereka akan mulai melempar content yang dijanjikannya ini pada tahun 2023 kedepan sambil tidak banyak mengulas detil masalah apa yang dapat kita mengantisipasi darinya. Keadaan ini selanjutnya membuat Overwatch 2 di-launching cukup dengan model bersaing saja, yang membuat tidak berasa berlainan dengan Overwatch 1.

Overwatch 2

Angka “2” ini kemungkinan terbayarkan manis bila model bersaing yang ditawari oleh Overwatch 2 memang berlainan secara berarti dengan yang ditawari oleh Overwatch 1. Benar ada keputusan berarti yang diambil dalam pola permainan, yang hendak kita ulas di sesion terpisah kelak. Tetapi hampir semua segi presentasi yang dia angkat menunjukkan kualitas yang sama, tanpa ketidaksamaan yang berarti. Pilih skin Overwatch 2 untuk beberapa watak akan membuat mereka kelihatan lebih tua atau berlainan, hanya itu. Tingkat baru dan visi baru memang dijajakan, tetapi bila Anda memberikan ke kami screenshot Overwatch 1 dan Overwatch 2 bersebelahan, kami harus mengaku, kami tidak bisa membandingkan mana sama yang mana. Meskipun harus dianggap, ada banyak titik di mana dia kelihatan mendatangkan tata sinar yang lebih bagus.

Tetapi minimal, kami cukup terhibur dengan kedatangan dua hero baru seperti Sojourn dan Junker Queen yang dirasa cukup hebat untuk dipakai, ditambah dengan implikasi tehnologi DualSense yang maksimal di versus Playstation 5. Nikmati Adaptif Pemicu saat melempar bebas peluru rifle punya Sojourn sambil sesekali tembakkan Secondary Fire-nya yang destruktif berasa membahagiakan. Ini kemungkinan sedikit dari hal positif yang dapat kami ngomong, kami cicipi dari Overwatch 2.

Overwatch 2

Sementara dari segi permainan, model yang dijajakan di model bersaing atau kasual masih berasa demikian akrab. Anda sudah jelas mencicip pengalaman yang minta Anda di antara berkompetisi untuk menggerakkan object tertentu sampai garis finis atau sekedar kuasai dan membuat perlindungan tempat yang telah ditetapkan awalnya. Overwatch 2 dapat disebut tidak datang dengan model bersaing yang dirasa demikian baru dan menyegarkannya, sampai dia dapat diperbedakan dengan Overwatch pertama misalkan. Salah satunya hal yang membuat kisah hidupnya benar-benar tidak berasa patut memiliki angka “2” ada di belakang namanya.

5 VS 5 yang Rupanya Hebat

Overwatch 2

Bila kita bicara masalah dua peralihan paling masif yang ditawari oleh Overwatch 2, selainnya keputusan ekstrim untuk “menelan” Overwatch 1 dan menghapusinya secara tetap, ialah penggantian sistem distribusi games dan pola pertarungan yang dia pasarkan.

Betul sekali, berlainan dengan Overwatch 1 yang diposisikan sebagai games berbayar, Overwatch 2 diposiskan sebagai games free to play yang sekarang ada di semakin banyak basis, terhitung Nintendo Switch. Ide free to play semacam ini ialah lajur teraman dan paling nyaman untuk jamin jumlah pemain yang ramai dan komune yang aktif, yang selanjutnya bisa dibuktikan dari kesuksesan menarik jumlah pemain sampai 25 juta pemakai dalam kurun waktu cuma 10 hari saja. Meskipun harus dianggap, tinggalkan permasalahan detil, seperti ketidaksiapnya server yang membuat jumlah antrean tembus beberapa puluh ribu di beberapa hari pertama launching. Kabar baiknya?Permasalahan yang ini dapat diambil kesimpulan, telah terselesaikan minimal di versus konsol.

Perubaha berarti ke-2  sudah pasti ialah peralihan pola pertarungan dari 6 VS 6 jadi 5 VS 5. Jika satu team tak lagi dilengkapi oleh 2 peranan Tank, formasi team di Overwatch 2 sekarang akan terbagi dalam 1 Tank + 2 Damager + 2 Dukungan yang sudah pasti mengganti pace dan taktik bermain. Kami harus dianggap sebagai gamer yang terima dengan terbuka mekanisme yang baru ini.

Sebagai gamer yang suka berperanan sebagai damager atau dukungan, mekanisme 1 Tank ini membuat konsentrasi gempuran atau pertahanan jadi benar-benar terang. Jika Anda ingin team Anda bertahan semakin lama saat tukar gempuran keduanya, karena itu Anda harus terus memperhatikan di mana salah satu tank di team Anda dan salah satu tank di team lawan Anda. Membabat tank lawan memiliki arti buka kekuatan untuk membabat tersisa team lainnya, sementara membuat perlindungan tank Anda memiliki arti jamin stabilitas transisi damage yang di satu titik selalu akan buka tirai mistis siapakah yang pada akhirnya memenangi pertempuran. Apa lagi si solo tank umumnya dituruti oleh satu dukungan berdedikasi tinggi yang dapat Anda menjadikan sasaran seterusnya.

Overwatch 2

Status 1 tank ini sudah pasti membuat pertarungan berasa bisa lebih cepat dan intensif dibanding dengan mekanisme 2 tank yang membuat perhatian bukan hanya harus terdiri saja, tapi membuat beberapa pertarungan jadi benar-benar memercayakan gempuran ultimate atas nama “bersihkan” anggota team musuh untuk capai obyektif apa saja itu. Mekanisme 1 tank semacam ini membuat tindakan serang biasa yang dituruti dengan formasi team keren cukup buat membuat transisi status saat berperang, bagus untuk team serang atau bertahan jadi lebih umum terjadi. Meskipun harus dianggap, gamer-gamer yang kerap bermain Tank sekarang punyai tanggung-jawab kepribadian yang semakin besar karena kesuksesan team Anda akan tergantung pada berapa baik Anda memainkan. Kami sempat berjumpa dengan Roadhog yang bermain ada di belakang team dengan memercayakan tindakan tarik-menarik dan yakinlah, itu menjadi salah satunya pengalaman Overwatch 2 di mana kami ingin berteriak sekencang-kencangnya.

Pengalaman dari bermain kami yang pernah mencicip Overwatch pertama sampai beberapa ratus match meskipun tidak berdedikasi untuk selalu memainkan masuk beberapa tahun seterusnya, peralihan yang dijajakan di pola pertarungan jadi 5 VS 5 di Overwatch 2 ini ialah suatu hal yang kami menyambut dengan tangan terbuka.

Overwatch 2

Salah satunya keluh kesah yang harus juga kami lemparkan berkaitan mekanisme baru ini? Jika permasalahan classic yang telah menerpa Overwatch pertama semenjak tahun 2016 lalu masih terjadi di sini, yaitu penyeleksian “Play of the Games (POTG)” yang monoton dan tidak adaptive. Jika lepas dari bukti jika franchise ini telah exist sepanjang enam tahun lama waktunya, proses penyeleksian POTG masih didasari pada berapa banyak lawan yang sukses dibunuh memakai 1x Ultimate. Keadaan yang membuat watak seperti D.va atau Reaper atau watak hero mana saja yang punyai akses ultimate untuk membabat banyak watak sekalian akan seringkai raih POTG. Sementara watak seperti Mercy yang habis-habisan pastikan team bertahan hidup sering tidak memperoleh animo yang semestinya. Mekanisme ini perlu berbeda.

Battle-Pass yang Tidak Memberikan kepuasan

Overwatch 2

Kelihatannya bukan rahasia kembali jika keputusan Blizzard untuk mengganti pola Overwatch 2 jadi games free to play sekalian hapus Overwatch 1 melalui mekanisme peleburan yang dipaksa sudah pasti terang, untuk memfilter sebanyak-banyaknya penggemar sembarimemastikan komunitasnya tidak terdiri. Pada akhirannya,sumber keuntungan akan tiba proses monetisasi yang tak lagi memercayakan mekanisme lootbox, tetapi mekanisme Battle Pass atau tindakan membeli kosmetik langsung.

Mekanisme Battle Pass di atas kertas memang kedengar fenomenal untuk Overwatch 2. Pikirkan saja, dengan semua penghargaan yang dapat Anda peroleh dari versus gratis atau Premium (berbayar), dia pasti berperan untuk menggerakkan motivasi Anda untuk mencicip satu pertarungan kembali, satu pertarungan kembali, dan satu pertarungan kembali. Tetapi sayang, implikasinya malah membuat kami tidak lagimemerhatikannya benar-benar dan menyaksikannya tidak lebih dari sekedar teknisi extra yang menambah extra angka setiap akhir pertarungan Anda usai.

Masalahnya? Minimal di versus gratis non-premium, Battle Pass ini tiba dengan 2 permasalahan: penghargaan yang tidak memikat dan progress yang lamban. Untuk permasalahan penghargaan, menyaksikan jika tindakan Anda bertanding sepanjang beberapa jam (karena hebat) berbuntut menggerakkan tingkat baru di Battle Pass dengan hadiah yang memble yang tidak memikat buat Anda harus, hasilkan rasa kekesalan tertentu lepas dari apa Anda menginginkan suatu hal atau mungkin tidak. Menyaksikan tingkat Battle Pass Anda naik dengan kecepatan yang lamban sesudah bonus login harian berperan negatif pada keseluruhnya pengalaman yang mengelilingi ide ini.

Overwatch 2

Sampai pada tahapan, membuat kami rindukan ide lootbox dari Overwatch pertama. Minimal dengan lootbox, lepas dari apa dia berbuntut tawarkan Anda isi yang Anda harapkan atau mungkin tidak, ada selalu keceriaan saat Anda memperolehnya, menabungnya, dan membuka dengan sedikit extra keinginan di situ. Sudah pasti ada selalu peluang untuk Blizzard untuk belajar menerapkan mekanisme ini dengan lebih bagus di masa datang, tetapi di saat informasi ini dicatat, Battle Pass Overwatch 2 malah jadi peralihan mekanisme yang tidak berasa sememuaskan lootbox di seri pertama kalinya.

Overwatch 2

Parahnya kembali, dengan UI yang harus juga dianggap tidak berteman untuk gamer-gamer pendatang baru, bahkan juga tindakan untuk berusaha beli baju watak tertentu langsung dapat berbuntut memusingkan. Bukannya ada di sesion Toko terpisah dengan daftar yang komplet, Anda harus bergerak pada menu Heroes dan mengecek tiap hero untuk mendapati daftar kosmetik yang dia punyai saat sebelum membeli dengan mata uang yang ada. Ini extra pembaruan yang penting dilaksanakan oleh Blizzard.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *